CHECKLIST SAKU IGD: PROTOKOL SYOK (UNDIFFERENTIATED)
TARGET: Stabilisasi MAP > 65 & Diagnosis Cepat
🔴 FASE 1: QUICK LOOK & TRIAGE (Menit 0 - 5)
- Status Mental: Cek GCS (Syok = Perfusi otak turun).
- Cek Akral: * Dingin/Basah: Suspek Hipovolemik atau Kardiogenik.
- Hangat/Kering: Suspek Sepsis atau Anafilaktik.
- Pasang Monitor: Pantau TD, HR, SpO2, dan EKG 12-lead (Cari tanda STEMI/Aritmia).
- Akses IV: 2 Jalur IV Line besar (No. 18G/20G).
🟡 FASE 2: DIFFERENTIATION (The "Pipes, Pump, or Tank")
- Cek JVP / USG Vena Cava (IVC):
- Datar/Kolaps: Masalah di ISI (Tank) -> Syok Hipovolemik/Distributif awal.
- Distensi/Naik: Masalah di POMPA (Pump) -> Syok Kardiogenik atau Obstruktif (Tamponade/Pneumothorax).
- Auskultasi Paru:
- Bersih: Aman untuk fluid challenge.
- Ronkhi Basah: STOP CAIRAN, curiga gagal jantung kiri.
- Tes PLR (Passive Leg Raise): Angkat kaki 45 derajat. Jika TD naik >10%, pasien butuh cairan.
🔵 FASE 3: RESUSITASI & TITRASI (Critical Action)
- SYOK HIPOVOLEMIK: * Loading Kristaloid 250-500cc, evaluasi respon.
- Jika perdarahan masif -> Aktivasi protokol transfusi.
- SYOK SEPSIS: * Cairan 30ml/kgBB + Early Norepinephrine (Jangan tunggu cairan habis jika MAP masih rendah).
- Berikan Antibiotik spektrum luas dalam 1 jam pertama.
- SYOK KARDIOGENIK (Penting!):
- Lini 1: Norepinephrine dulu untuk amankan MAP > 65 (Amankan perfusi koroner).
- Lini 2: Jika MAP sudah > 65 tapi perfusi masih buruk (akral dingin/urin sedikit), baru tambahkan Dobutamine.
- Note: Dobutamine tanpa MAP yang kuat akan memperparah hipotensi.
🟢 FASE 4: MONITORING & TARGET (Re-evaluasi)
- Target Hemodinamik: MAP minimal 65 mmHg.
- Target Organ: Urin > 0.5 cc/kgBB/jam & Kesadaran membaik.
- Laboratorium: Cek Laktat (Marker hipoksia jaringan), AGD, Elektrolit, dan Fungsi Ginjal.
- Kaji Ulang Cairan: Stop cairan jika JVP mulai naik atau muncul ronkhi basal paru (mencegah edema paru iatrogenik).
🚨 RED FLAGS (Peringatan Kritis):
- Dobutamine Caution: Jangan berikan Dobutamine pada pasien dengan MAP < 65 mmHg tanpa dampingan vasopressor karena risiko kolaps vaskuler (vasodilatasi).
- Obstructive Shock: Jika JVP sangat naik + Suara jantung jauh -> Curiga Tamponade Jantung (Perlu Perikardiosintesis segera, bukan sekadar obat).
- Early Pressor: Pada sepsis, penggunaan vasopressor lebih awal lebih baik daripada memberikan cairan berlebih (over-resuscitation) yang memicu edema anasarka.